Skip to main content

Merdeka Bangsa Kali Code

Merdeka atau Mati
Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

Mungkin itu kata pertama yang dilontarkan oleh pejuang ketika menaklukkan pendudukan negara Jepang kepada bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945, ikrar sakral yang dilontarkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta ketika merayakannya dengan tegaknya tiang dan kibaran kemenangan resmi bendera merah putih untuk kejayaan Indonesia.

Apa hal jika waktu itu Indonesia belum merdeka? Apakah hari ini kita bisa merasakan indahnya hidup di Indonesia? Apakah kita bisa merasakan keberagaman budaya? Mungkinkah anak-anak bangsa saat ini bisa leyeh-leyeh seperti sekarang? Alhamdulillah, kita merdeka... Untung saja ya...
Taklukkan Jepang
Yogyakarta. Ada satu kampung diantara kampung-kampung lainnya yang berada di Kota yang sangat istimewa ini. Masyarakat bantaran Kali Code, begitu sapaan akrab mereka oleh khalayak ramai.
Salah satu daerah yang memiliki saksi bisu perjuangan penjajah yang dikenang dengan peristiwa Kotabaru.

Hari Kamis tanggal 17 Agustus 2017, mereka juga memeriahkan kemerdekaan dengan hal yang berbeda dari yang lain. Upacara sakral yang dilakukan di Sungai yang menjadi sahabat mereka sehari-hari. 

Jalan yang tidak begitu besar hanya bisa dilewati oleh dua orang beriringan itu mendadak ramai. Anak-anak kecil sedari pagi sudah mulai ramai berceloteh bersama yang lainnya. Beberapa bapak-bapak yang terlihat sedang menyeruput kopi hitam dan sebiji ubi rebus. Ibu-ibu muda, paruh baya dan tua sibuk membersihkan halaman sekitar dengan sesekali menyediakan makanan ringan untuk disantap oleh para tamu undangan yang akan mengikuti upacara sakral. Ya, mereka juga memiliki tamu undangan, seperti di istana negara. Diantaranya para awak media yang ingin mengabadikan moment tersebut.
Perjuangan
"Merdeka!!!" teriak Subandi ketika saya baru saja menginjakkan kaki ditempat itu. Salah seorang tertua kampung tersebut. Jika diukur-ukur mungkin beliau bisa menjadi saksi bisu kejadian waktu itu.

Pak Subandi salah seorang pria yang terlihat sangat bersemangat dengan kehadiran moment tersebut. Bagaimana tidak ia sangat bahagia, banyak masyarakat yang ingin merayakan atas semangat perjuangan teman-temannya dalam merebut kemenangan atas kemerdekaan.

Bahkan terbersit diraut wajahnya perasaan yang pernah menghantuinya. Seakan ingin menceritakan kekejaman yang tidak semua orang menginginkan itu ada, akan tetapi ia tepis dalam-dalam dengan semangat dan kebahagiaan dalam menyambut hari kemerdekaan ditahun ini. Namun, perbincangan saya bersama Pak Subandi tidak berlangsung lama, ia terlihat sangat sibuk dengan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Jujur, setelah beberapa lama saya mendiami kota ini, untuk pertama kalinya saya baru bisa merasakan kesakralan hari kemerdekaan. Mungkin, siapapun itu, ketika berada disepanjang bantaran sungai tersebut memiliki perasaan yang sama. Ditambah dengan melihat kebahagiaan yang terpancar dari warga yang mendiami tempat itu.

Tak ada kemewahan yang terlihat, akan tetapi kemewahan dalam menyambut kemerdekaan yang membuat mereka semakin mewah dan istimewa.
Perlombaan

Comments

Popular posts from this blog

Kali Code, Peradaban Wong Cilik yang Unik nan Artistik

Kurang lebih 5 tahun ane menetap di kota ini, tapi baru kali ini bisa nyempetin keliling sekitar bantaran Kali Code, tanpa rencana. Ketika ane lagi nyari jalan pintas buat balik ke kosan. Ramainya warga ketika sore hari, membuat ane mutusin buat berhenti sejenak. Banyak warga sekitar sedang bermain burung melatih burung merpati.
Saran ane buat kalian yang belum nyempetin maen kesana, mending disempetin gih, keburu minggat dari kota ini.
Membahas bantaran Kali Code, tak terlepas dengan Kampung Code dan budayawan Yusup Bilyarta Mangunwijaya atau Y.B Mangunwijaya, yang lebih dikenal dengan sapaan, Romo Mangun. Seorang arsitek, pastur dan penulis. Dua simbol gerakan yang tak bisa dipisahkan. Kampung Code terletak persis dibawah jembatan Gondolayu, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta.
Kisaran tahun 80an, bantaran Kali Code sangatlah identik dengan sampah-sampah yang mengotori sepanjang bantaran kali. Menjadikan Kali Code sebagai kawasan tak teratur serta kumuh. Pemerin…

Anda Kategori Anak Rumahan? Mending Jangan Kesini deh!

Siapa yang meragukan keindahan bawah laut yang ada di Indonesia? Kalau ada, berarti menandakan dia bukan anak Indonesia. Mungkin dia anak Amerika, anak Malaysia atau mungkin dia anak hilang. 
Tahu kan kalo Indonesia itu memiliki pulau sebanyak (kurang lebih) 13.487 dari yang kecil hingga yang gede. Terus dilintasi dua samudera yang besar, Hindia dan Pasifik. Ane hanya menjelaskan sedikit tentang kelautan yang ada di Negeri yang kita cintai bersama. Unnnchh....
Bukan anak traveller sejati kalo belum tau tempat-tempat beken yang ada di Indonesia bagian Tenggara, seperti Labengki. Sebuah pulau kecil yang menawan, baru terbangun dari tidur panjangnya. Jika Labengki di ibaratkan, maka perumpamaan yang cucok adalah putri tidur yang dibangunkan sang pangeran berkuda dengan sekali tabokan di jidat.
Tidak bisa diragukan lagi dengan keindahan bawah lautnya yang memanjakan mata. Bukannya membanggakan tempat sendiri sih, tapi memang fakta tkp telah membuktikan, hazeek.
Dibuktikan dengan banyakny…

5 Hal ini Bikin Geleng-geleng Kepala dalam Kunjungan Raja Salman

Hari ini dan beberapa hari kedepan masyarakat Indonesia disibukkan dengan kedatangan orang nomor satu nya Raja Minyak dari Arab, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Dari tanggal 1 hingga 9 Maret, kalangan kecil hingga besar, dari kalangan warteg hingga restoran mahal, dari kalangan angkringan hingga cafe warkop, dari kalangan rakyat biasa hingga presiden, semuanya sangat antusias menyambut.
Begitu pula ane, sibuk banget, sibuk mantengin tv. Yang datang kan Arab, ane juga ada Arab nya dikit. Ane pengen lihat Arab yang sesungguhnya. Yekaaan... Baca juga: Jika Mampir ke Jogja, Jangan Lupa Main Kesini Guys! Presiden memberikan penyambutan secara khusus, dengan menjemput langsung didepan pintu pesawat kerajaan Arab Saudi. Padahal aturan mainnya, Kepala Negara menyambut tamu di Istana Kepresidenan. Berhubung yang dijemput nih negara yang spesial. Baca Juga: Pendakian Gunung "Seven Summits of Java" Lawu Sekian lama ane ngikutin beritanya, banyak hal-hal yang bikin ane geleng-geleng…