Skip to main content

Inilah Alasan Kenapa Ogoh-ogoh di Atraksikan

Hanoman si siluman monyet yang ngguanteng
Ogoh-ogoh adalah sebuah karya seni dari masyarakat Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Bhuta Kala adalah salah satu ajaran Hindu Dharma. Sosok Bhuta Kala adalah menggambarkan sosok yang sangat menyeramkan dan menakutkan dan dibentuk dengan ukuran yang besar (Raksasa).

Selain Bhuta Kala, ogoh-ogoh juga banyak menggambarkan makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Neraka seperti Naga, Gajah dan lainnya. Namun dalam fungsi yang lebih utama yaitu menggambarkan Bhuta Kala yang sangat seram dan menakutkan lagi besar. Diadakan menjelang hari Nyepi dan diarak keliling desa dan sekitarnya.
Pawai Ogoh-ogoh memiliki makna yang mendalam bagi umat Hindu, yang dimana Ogoh-ogoh tersebut sebagai lambang keseraman dan negatif. Dengan adanya budaya dan tradisi, maka diatraksikan dengan seni dan budaya. Diakhir, akan dileburkan dan dihancurkan pertanda umat Hindu akan kembali ke kehidupan yang lebih baik lagi

Ogoh-ogoh memang identik dengan budaya Bali, dimana pusat agama Hindu terbesar di Indonesia. Pawai ogoh-ogoh yang sarat nilai moral sudah sangat populer dikalangan turis lokal maupun internasional. Dengar-dengar dari info sebelah, tahun ini Bali mengadakan pawai ogoh-ogoh dengan jumlah yang sangat banyak, kurang lebih 7 ribuan meen. Banyak khaan!!!

Untuk masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, tidak perlu khawatirlah jika ingin menikmati kegiatan tersebut. Sejak tahun 2015, Ogoh-ogoh juga telah hadir di Yogyakarta dalam memperingati hari besar Nyepi bagi Umat Hindu. Dan akan menjadi festival budaya yang akan selalu diperingati setiap tahunnya.
Kereta Jaganat Asram Smerti
Kurang lebih sebanyak 45 komunitas yang tergabung dalam Komunitas Seni Budaya Yogyakarta. Diawali dengan penampilan Akademi Maritim Yogyakarta, disusul IKPM dari sejumlah daerah, penampilan dari berbagai lintas agama, Gunungan Lanang dan Wadon, Sanggar-sanggar seni budaya, Komunitas Budaya dari berbagai Kecamatan yang berada di Yogyakarta, Ogoh-ogoh dan diakhiri Kereta Jaganat Asram Smerti.

Tahun ini, pawai ogoh-ogoh diselenggakan dikawasan Malioboro. Hari ini tanggal 25 Maret 2017, beragam ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam pawai tersebut.

Ada Hanoman si siluman monyet putih plus nggantengi, Bergodo Margo Pusung (entah siluman macam apa ini), Nyai Ratu Kidul, hewan berkepala naga dan berbadan ular, Ogoh-ogoh Extra Joss juga ada, ditambah dua gunungan lanang dan wadon. Ogoh-ogohnya banyak yang berperawakan yang menyeramkan, beberapa masyarakat sampai ketakutan sambil mesem-mesem dihampiri beberapa siluman dadakan tersebut. Eiitss, ada juga gadis-gadis kampus yang cantik-cantik dan unyu-unyu, sebagai hiburan sikit, hahaha.

Terlihat banyaknya antusias masyarakat yang hadir untuk mengabadikan moment langka yang diadakan setiap satu tahun sekali. Banyak juga bule-bule nyeker yang berkeliaran disekitar Malioboro sambil menikmati moment yang belum tentu mereka temui di negara mereka. 

Pawai ogoh-ogoh tersebut diarak dari Sleman menuju Yogyakarta. Bangsal kepatihan menjadi tempat transit pertama bagi para pembawa ogoh-ogoh, kemudian dilanjutkan arak-arakan di sepanjang jalan malioboro. Alun-alun Utara (Altar) menjadi tempat berakhirnya acara pawai tersebut, sebelum dileburkan atau dihancurkan. Panggung penghormatan disediakan panitia di titik 0 kilometer, atraksi dilakukan para pembawa ogoh-ogoh sebelum mengakhirinya di Altar.

Bagi masyarakat yang belum sempat menyaksikan ogoh-ogoh tahun ini, tenang saja! Pemerintah telah men-sah-kan untuk pawai Ogoh-ogoh penyambutan Perayaan Nyepi bagi umat Hindu akan digelar setiap tahunnya di Yogyakarta. Jadi, saksikan pawai Ogoh-ogohnya tahun depan ya.

Comments

Popular posts from this blog

Kali Code, Peradaban Wong Cilik yang Unik nan Artistik

Kurang lebih 5 tahun ane menetap di kota ini, tapi baru kali ini bisa nyempetin keliling sekitar bantaran Kali Code, tanpa rencana. Ketika ane lagi nyari jalan pintas buat balik ke kosan. Ramainya warga ketika sore hari, membuat ane mutusin buat berhenti sejenak. Banyak warga sekitar sedang bermain burung melatih burung merpati.
Saran ane buat kalian yang belum nyempetin maen kesana, mending disempetin gih, keburu minggat dari kota ini.
Membahas bantaran Kali Code, tak terlepas dengan Kampung Code dan budayawan Yusup Bilyarta Mangunwijaya atau Y.B Mangunwijaya, yang lebih dikenal dengan sapaan, Romo Mangun. Seorang arsitek, pastur dan penulis. Dua simbol gerakan yang tak bisa dipisahkan. Kampung Code terletak persis dibawah jembatan Gondolayu, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta.
Kisaran tahun 80an, bantaran Kali Code sangatlah identik dengan sampah-sampah yang mengotori sepanjang bantaran kali. Menjadikan Kali Code sebagai kawasan tak teratur serta kumuh. Pemerin…

Anda Kategori Anak Rumahan? Mending Jangan Kesini deh!

Siapa yang meragukan keindahan bawah laut yang ada di Indonesia? Kalau ada, berarti menandakan dia bukan anak Indonesia. Mungkin dia anak Amerika, anak Malaysia atau mungkin dia anak hilang. 
Tahu kan kalo Indonesia itu memiliki pulau sebanyak (kurang lebih) 13.487 dari yang kecil hingga yang gede. Terus dilintasi dua samudera yang besar, Hindia dan Pasifik. Ane hanya menjelaskan sedikit tentang kelautan yang ada di Negeri yang kita cintai bersama. Unnnchh....
Bukan anak traveller sejati kalo belum tau tempat-tempat beken yang ada di Indonesia bagian Tenggara, seperti Labengki. Sebuah pulau kecil yang menawan, baru terbangun dari tidur panjangnya. Jika Labengki di ibaratkan, maka perumpamaan yang cucok adalah putri tidur yang dibangunkan sang pangeran berkuda dengan sekali tabokan di jidat.
Tidak bisa diragukan lagi dengan keindahan bawah lautnya yang memanjakan mata. Bukannya membanggakan tempat sendiri sih, tapi memang fakta tkp telah membuktikan, hazeek.
Dibuktikan dengan banyakny…

5 Hal ini Bikin Geleng-geleng Kepala dalam Kunjungan Raja Salman

Hari ini dan beberapa hari kedepan masyarakat Indonesia disibukkan dengan kedatangan orang nomor satu nya Raja Minyak dari Arab, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Dari tanggal 1 hingga 9 Maret, kalangan kecil hingga besar, dari kalangan warteg hingga restoran mahal, dari kalangan angkringan hingga cafe warkop, dari kalangan rakyat biasa hingga presiden, semuanya sangat antusias menyambut.
Begitu pula ane, sibuk banget, sibuk mantengin tv. Yang datang kan Arab, ane juga ada Arab nya dikit. Ane pengen lihat Arab yang sesungguhnya. Yekaaan... Baca juga: Jika Mampir ke Jogja, Jangan Lupa Main Kesini Guys! Presiden memberikan penyambutan secara khusus, dengan menjemput langsung didepan pintu pesawat kerajaan Arab Saudi. Padahal aturan mainnya, Kepala Negara menyambut tamu di Istana Kepresidenan. Berhubung yang dijemput nih negara yang spesial. Baca Juga: Pendakian Gunung "Seven Summits of Java" Lawu Sekian lama ane ngikutin beritanya, banyak hal-hal yang bikin ane geleng-geleng…